Kalau kamu sedang mempertimbangkan pola makan yang lebih sehat, ramah lingkungan, atau bahkan ingin mengurangi konsumsi daging, kamu mungkin sudah mendengar istilah protein nabati. Tapi sebenarnya, apa sih protein nabati itu? Dan apa saja kekurangan serta kelebihan protein nabati dibanding protein hewani?
Di artikel ini, kita akan membahas tuntas apa saja kekurangan dan kelebihan dari protein nabati untukmu. Simak sampai habis ya!
Kelebihan dan Manfaat Protein Nabati
Protein nabati adalah protein yang berasal dari tumbuhan dan bukan dari hewan. Sumbernya bisa dari kacang-kacangan, biji-bijian, polong-polongan, dan sayuran tertentu. Contohnya termasuk kedelai, lentil, quinoa, chia seeds, dan kacang polong (yang jadi bahan utama pea protein).
Produk seperti Vegan Meal Replacement dari NewTreeSea menggunakan pea protein sebagai sumber utama proteinnya. Ini adalah pilihan cerdas buat kamu yang ingin tetap memenuhi kebutuhan protein tanpa harus mengkonsumsi produk hewani.
Salah satu alasan kenapa protein nabati makin populer adalah karena manfaatnya yang luas, baik untuk tubuh maupun lingkungan.
1. Lebih sehat untuk jantung
Protein nabati umumnya rendah lemak jenuh dan bebas kolesterol. Ini berarti lebih baik untuk kesehatan jantung dan pembuluh darah.
2. Kaya serat dan fitonutrien
Berbeda dengan protein hewani, sumber nabati biasanya mengandung serat yang membantu pencernaan dan menjaga gula darah tetap stabil
3. Ramah lingkungan
Produksi tanaman seperti kacang polong dan lentil menghasilkan emisi karbon yang jauh lebih rendah dibanding peternakan sapi atau ayam
4. Cocok untuk berbagai gaya hidup
Protein nabati bisa dikonsumsi oleh vegan, vegetarian, atau kamu yang punya alergi terhadap susu dan telur. Pea protein, misalnya, bersifat hipoalergenik dan mudah dicerna
Kekurangan dari Protein Nabati
Meski punya banyak kelebihan, protein nabati juga punya beberapa kekurangan yang perlu kamu tahu agar bisa menyiasatinya.
1. Tidak semua sumbernya mengandung asam amino lengkap
Tubuh kita butuh 9 asam amino esensial, dan tidak semua sumber nabati menyediakannya dalam jumlah cukup. Pea protein, misalnya, tinggi lisin tapi rendah metionin. Solusinya? Kamu bisa kombinasikan dengan sumber lain seperti beras atau quinoa.
2. Kandungan protein per porsi lebih rendah
Dibandingkan daging atau telur, makanan nabati biasanya mengandung protein lebih sedikit per gram. Jadi kamu perlu makan dalam jumlah lebih banyak atau lebih sering.
3. Potensi kekurangan zat gizi tertentu
Vitamin B12 dan zat besi dari tumbuhan (non-heme) lebih sulit diserap tubuh. Kalau kamu sepenuhnya mengandalkan protein nabati, kamu mungkin perlu suplemen atau makanan fortifikasi.
4. Rasa dan tekstur bisa jadi tantangan
Beberapa orang merasa makanan berbasis protein nabati punya rasa atau aroma yang khas. Tapi tenang, produk seperti Vegan Meal Replacement dari NewTreeSea sudah diformulasikan agar tetap lezat dan mudah dinikmati.
Konsumsi Protein Nabati Lebih Mudah dengan NewTreeSea
Protein hewani memang punya keunggulan dalam hal kelengkapan asam amino dan kandungan protein per porsi. Tapi, mereka juga cenderung tinggi lemak jenuh dan kolesterol, serta berdampak lebih besar terhadap lingkungan.
Kalau kamu ingin menjaga kesehatan jangka panjang dan ikut berkontribusi pada keberlanjutan bumi, protein nabati adalah pilihan yang layak dipertimbangkan. Terlebih lagi kini NewTreeSea menghandirkan Vegan Meal Replacement yang mengandung banyak nutrisi dari Pea Protein.
Sehingga kamu tidak perlu repot lagi dalam memasak dan menyiapkannya. Cukup tuang dan seduh dengan air panas/dingin, kandungan Pea Protein dari Vegan Meal Replacement bisa kamu dapatkan dengan mudah.
Ayo segera lihat dan check out produk kami di bawah ini ya!








